Kamis, 27 Februari 2014


DILEMA

belajar IT itu menyenangkan banget yach.... selain itu juga mengasyikan,Tapi itu hanya untuk sebagian orang, karena kenyataannya masih banyak kalangan siswa yang kurang tertarik dengan ini. seperti kehabisan cara dan pikir gimana itu bisa terjadi di kalangan siswa... menilik jauh kebelakang sebelum IT begitu pesat berkembang, begitu ingin rasanya bisa mengoperasikan komputer... berbanding 180 derajat dengan keadaan sekarang, sarana prasarana sangat memadai tetapi motivasi belajar para siswa sangat jauh dari keinginan, seolah hanya dijadikan ajang "YANG PENTING" yang penting hadir... yang penting ikut... yang penting tidak kena sanksi.... sehingga segalanya yang menjadi progam pembelajaran seolah menghukum mereka untuk ini dan itu, sungguh DILEMA Mau download tugas... klik disini
Posting Lama

Kamis, 20 Februari 2014



Ajukan PK, Gerindra Ngotot Pemilu Serentak di 2014
www.inilah.comonFollow on Google+
1
Headline
ist
Oleh: Fadhly Zikry
nasional - Selasa, 28 Januari 2014 | 13:25 WIB
Berita Terkait
INILAH.COM, Jakarta - Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) tetap ngotot mengajukan Peninjauan Kembali (PK) putusan Mahkamah Konstitusi (MK) soal pemilu serentak 2019. Mereka meminta pemilu serentak di 2014.

Bagi Partai Gerindra, keputusan pileg dan pilpres serentak baru bisa dilakukan pada Pemilu 2019 adalah putusan yang tidak masuk akal.

"Itu alasan sangat tidak masuk akal. Karena yang dilakukan adalah hanya perubahan jadwal, dari Pileg 9 April 2014 disamakan dengan pilpres setelahnya," kata kuasa hukum Gerindra Habiburokhman di gedung MK, Jakarta, Selasa (28/1/2014).

Menurut dia, kalau asumsi Pileg 9 April 2014 diundur hingga bisa bersamaan dengan pilpres, justru menguntungkan penyelenggara pemilu itu sendiri. "Karena dia akan mendapatkan ekstra time," tambahnya.

Mundurnya pelaksanaan pemilu justru memberikan banyak dampak positif. Ketimbang, tetap menjalankan pemilu, sementara UU telah menyatakan inkonstitusional.

"Soal jadwal, setahu saya juga sudah berapa kali berubah. Ingat saja DPT (Daftar Pemilih Tetap) berapa kali berubah. Itu kan ada dalam peraturan KPU. Jadi kalau pencoblosan diundur, menurut saya jauh lebih banyak manfaatnya," jelasnya.

Mepet dengan pelaksanaan pemilu, lanjut dia, bukan alasan. Sebab, putusan yang mepet bukan kali ini saja. Sudah ada preseden putusan mepet jelang pemilu dan harus dilaksanakan pasca putusan itu.

"Kita ada preseden membuat putusan yang mepet tahun 2009 ketika UU Pilpres kita persoalkan, kita bisa mencoblos dengan KTP. Itu kan H-1. Menurut saya ini perlu kami akan PK ini," pungkasnya.

Seperti diketahui, MK memutus bahwa pemilu serentak baru berlaku pada 2019. Pemberlakuan tersebut ditunda pada 2014, karena dikhawatirkan akan menganggu tahapan pemilu yang tengah berlangsung. [gus]
Rekomendasi Untuk Anda http://www.inilah.com/assets/image/close-btn.png

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
1 Komentar
http://www.gravatar.com/avatar/2f9cf22ca38d5f80e674166db99a1aac?s=50&d=mm&r=g
Adnan
Selasa, 28 Januari 2014 | 14:10 WIB
Jgn memaksakan kehendak. Pesta demokrasi tggl hitungan bulan, klo diadakan serentak bisa2 berantakan & carut-marut nnt.
Kirim Komentar
Top of Form
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut








Dapatkan kata pengujian baru

Dapatkan kata pengujian berbentuk audio
Bantuan



Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan
gravataruntuk menampilkan foto anda